Jangan berhenti bermimpi dan berusaha

By Unknown | At 00.04 | Label : | 0 Comments


Namanya Hani. Hani Irmawati. Ia adalah gadis pemalu, berusia 17 tahun. Tinggal di rumah berkamar dua bersama dua saudara dan orangtuanya. Ayahnya adalah penjaga gedung dan ibunya pembantu rumah tangga. Pendapatan tahunan mereka, tidak setara dengan biaya kuliah sebulan di Amerika.
Pada suatu hari, dengan baju lusuh, ia berdiri sendirian di tempat parkir sebuah sekolah internasional. Sekolah itu mahal, dan tidak menerima murid Indonesia. Ia menghampiri seorang guru yang mengajar bahasa Inggris di sana. Sebuah tindakan yang membutuhkan keberanian besar untuk ukuran gadis Indonesia.

“Aku ingin kuliah di Amerika,” tuturnya, terdengar hampir tak masuk akal. Membuat sang guru tercengang, ingin menangis mendengar impian gadis belia yang bagai pungguk merindukan bulan.
Untuk beberapa bulan berikutnya, Hani bangun setiap pagi pada pukul lima dan naik bis kota ke SMU-nya. Selama satu jam perjalanan itu, ia belajar untuk pelajaran biasa dan menyiapkan tambahan pelajaran bahasa Inggris yang didapatnya dari sang guru sekolah internasional itu sehari sebelumnya. Lalu pada jam empat sore, ia tiba di kelas sang guru. Lelah, tapi siap belajar.
“Ia belajar lebih giat daripada kebanyakan siswa ekspatriatku yang kaya-kaya,” tutur sang guru. “Semangat Hani meningkat seiring dengan  meningkatnya kemampuan bahasanya, tetapi aku makin patah semangat.”
Hani tak mungkin memenuhi syarat untuk mendapatkan beasiswa dari universitas besar di Amerika. Ia belum pernah memimpin klub atau organisasi, karena di sekolahnya tak ada hal-hal seperti itu. Ia tak memiliki pembimbing dan nilai tes standar yang mengesankan, karena tes semacam itu tak ada.
Namun, Hani memiliki tekad lebih kuat daripada murid mana pun.
“Maukah Anda mengirimkan namaku?” pintanya untuk didaftarkan sebagai penerima beasiswa.
“Aku tak tega menolak. Aku mengisi pendaftaran, mengisi setiap titik-titik dengan kebenaran yang menyakitkan tentang kehidupan akademisnya, tetapi juga dengan pujianku tentang keberanian dan kegigihannya,” ujar sang guru.
“Kurekatkan amplop itu dan mengatakan kepada Hani bahwa peluangnya untuk diterima itu tipis, mungkin nihil.”
Pada minggu-minggu berikutnya, Hani meningkatkan pelajarannya dalam bahasa Inggris. Seluruh tes komputerisasi menjadi tantangan besar bagi seseorang yang belum pernah menyentuh komputer. Selama dua minggu ia belajar bagian-bagian komputer dan cara kerjanya.
Lalu, tepat sebelum Hani ke Jakarta untuk mengambil TOEFL, ia menerima surat dari asosiasi beasiswa itu.
“Inilah saat yang kejam. Penolakan,” pikir sang guru.
Sebagai upaya mencoba mempersiapkannya untuk menghadapi kekecewaan, sang guru lalu membuka surat dan mulai membacakannya: Ia diterima! Hani diterima….
“Akhirnya aku menyadari bahwa akulah yang baru memahami sesuatu yang sudah diketahui Hani sejak awal: bukan kecerdasan saja yang membawa sukses, tapi juga hasrat untuk sukses, komitmen untuk bekerja keras, dan keberanian untuk percaya akan dirimu sendiri,” tutur sang guru menutup kisahnya.
Kisah Hani ini diungkap oleh sang guru bahasa Inggris itu, Jamie Winship, dan dimuat di buku “Chicken Soup for the College Soul”, yang edisi
Indonesianya telah diterbitkan.
Tentu kisah ini tidak dipandang sebagai kisah biasa oleh Jack Canfield, Mark Victor Hansen, Kimberly Kirberger, dan Dan Clark. Ia terpilih diantara lebih
dari delapan ribu kisah lainnya. Namun, bukan ini yang membuatnya istimewa.
Yang istimewa, Hani menampilkan sosoknya yang berbeda. Ia punya tekad. Tekad untuk maju. Maka, sebagaimana diucapkan Tommy Lasorda, “Perbedaan antara yang mustahil dan yang tidak mustahil terletak pada tekad seseorang.”
Anda memilikinya?
Sumber: Disadur dari Chicken Soup for the College Soul by Jack Canfield, Mark
Victor Hansen, Kimberly Kirberger, and Dan Clark

Mau Buka Usaha Jangan Terpaku kata "Milyaran", Tapi ....

By Unknown | At 20.50 | Label : | 0 Comments

Satu lagi, tentang Merintis Usaha

Tadi pagi Abah Odil mampir di rombong pecel saya. Beliau pemilik Bubur Ayam Abah Odiel yang terkenal di Malang itu. Ngobrol...ngobrol...ngobrol, hingga saya kena sekak, yaitu terpaksa cerita duka buka usaha dari nol.

Nah, yang menarik disini. Mendengar cerita saya ini beliau sama sekali tidak ada ekspresi yang luar biasa, tapi biasa saja seperti mendengar cerita angin gitu saja. Padahal bagi saya yang bawaan dari kecil seorang pemalas, ini sesuatu yang sangat berat. Perjalanan banting setir dari ngantor dengan posisi yang bagus di perusahaan kemudian jadi penjual PKL dan bertahan dalam keterbatasan, membuat kaki saya rasanya ibarat jadi kelapa dan kepala jadi kaki. Tapi bagi Abah Odiel itu biasa saja.

Ternyata cukup banyak para pengusaha yang berhasil itu setelah melewati perjuangan berdarah-darah untuk belajar, meskipun pada beberapa orang Allah permudah dan persimpel perjalanan usahanya.

Abah Odil, beliau dulu juga mantan kepala cabang perusahaan tekstil untuk daerah Malang yang punya bawahan anak-anak ITB. Kemudian beliau banting setir dorong gerobak jualan bubur ayam di pinggir Jl.Sukarno-Hatta, itupun gerobaknya masih pinjam bukan punya sendiri. Sekarang gerai buburnya sudah ada di beberapa tempat, omsetnya sudah milyaran.

Stop! Jangan terlalu terbawa cerita di atas yang akhir kalimatnya ‘milyaran’. Itu tidak seberapa. Coba lebih cermat lagi baca lanjutannya di bawah ini:

Kemudian saya tahu, dulu Abah Odil ketika di perusahaan dengan waktu kerja dan tanggung jawabnya kepada perusahaan sangat ketat, menyebabkan ibadah dan konsentrasinya dalam beribadah juga sangat ketat. Mungkin jika saya umpamakan, waktu shalatnya ibarat seperti waktu palang jalan tertutup ketika kereta api mau lewat. Sangat tidak menikmati.

Lalu setelah keluar dari perusahaan dan jualan bubur ayam, tiap hari harus bangun dini hari. Saat adzan shubuh, dua raka’at fajar dan shalat shubuh berjama’ah di masjid selalu bisa mendatangi. Ketika matahari mulai terbit berangkat jualan dan habis sebelum siang, sehingga waktu untuk shalat dhuha pun masih sangat longgar. Dhuhur, ‘ashar, maghrib, isya’, selalu ada waktu yang sempurna untuk mendatangi masjid dan bertemu dengan saudara muslim disana. Dan sekarang, karyawan2 yang bekerja di outletnya Abah Odil diwajibkan shalat 5 waktu di masjid (untuk yang laki2) dan wajib ta’lim minimal sekali dalam sepekan, di masjid Abu Dzar Al-Ghifari.

Sungguh kenikmatan yang secara lahiriyah saja sudah melewati gaji puluhan juta ketika di perusahaan. Apalagi jika secara hakiki, 2 raka’at fajar saja hadiahnya sudah melewati aset orang terkaya di dunia, apalagi shalat wajib berjama’ahnya, membantu nafkah banyak keluarga, menjadi penyebab orang lain mendapatkan ilmu agama, dan lain-lainnya…
Kembali lagi ke wirausaha…

Dalam memulai usaha, ada orang yang diuji dengan kesulitan dan kesempitan yang luar biasa, ada yang biasa-biasa saja, dan ada yang seakan kebetulan selalu menemukan jalan mudah. Ada manusia yang Allah mencintainya dengan memberinya cobaan (kesulitan ataupun kemudahan) supaya semakin bisa tawakal kepadaNya, dan ada pula yang Allah istijrad dengan kelapangan dan keberlimpahan sehingga semakin jauh dariNya dan sempurna kemaksiatannya.

Tapi, kesemuanya itu tidak ada artinya jika didasari dengan rasa cinta. Yaitu menikmati segala proses baik yang mudah ataupun yang sulit, capek tidak capek. Proses pada niat awalnya, pada perjalanan teknisnya, sampai pada hasil akhirnya, semua terasa nikmat jika dicintai dan dinikmati. Sepakbola aja yang capeknya luar biasa harus berlari selama 90 menit lebih seperti itu, sudah terasa senang, baik bisa mencetak gol ataupun tidak.


Koleksi Ceramah Panjang Ust. Yusuf Mansur

By Unknown | At 18.50 | Label : | 0 Comments

SHOLAT DHUHA

By Unknown | At 23.17 | Label : | 0 Comments
SHOLAT DHUHA, PERLU GAK SIH ?

Siapa yang istiqomah melaksanakan Shalat DHUHA Insya Allah, Allah SWT akan menjamin baginya dengan jaminan istimewa di dunia dan akhirat.
Shalat Dhuha, shalat sunat pada pagi hari kira2 pukul 7-11
Rakaatnya bisa 2 sampai 12 rakaat ...

A. MENGAPA KITA DISUNNAHKAN SHALAT DHUHA ? ..

1.Wasiat Baginda Rasulullah SAW ...

dari Abu Hurairah, “Kekasihku (Nabi Muhammad) mewasiatkan kepadaku untuk berpuasa tiga hari dalam tiap bulan, melakukan dua rakaat sholat Dhuha dan melakukan sholat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari Muslim)

Jadi Shalat ini merupakan kebiasaan Rasulullah yg patut kita ikuti

2.Sedekah untuk tiap ruas tulang kita ...

Dari Abu Dzar radhiallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda, ..

“Tiap pagi ada kewajiban sedekah bagi tiap ruas tulang kalian, Setiap tasbih adalah sedekah, Setiap tahmid adalah sedekah, Setiap takbir adalah sedekah, memerintahkan untuk melakukan kebaikan adalah sedekah, melarang dari kemungkaran adalah sedekah, dan semua itu dapat tercukupi dengan melakukan dua rakaat sholat Dhuha.” (HR. Muslim)

3.Sholatnya orang-orang yang bertaubat (penghapus dosa) ..

“Shalatnya orang-orang yang bertaubat adalah pada saat berdirinya anak unta karena teriknya matahari.” (HR. Muslim)

“Siapapun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak busa lautan.” (H.R Turmudzi)

B. KEUTAMAAN SHALAT DHUHA ...

Mungkin kita sering menyepelekan shalat dhuha, padahal sangat disayangkan kalau kita melewatkan shalat ini setiap harinya … Dari Keutamaan2 dibawah ini semoga bisa mencerahkan bathin pikiran kita agar mau meluangkan waktu untuk shalat ini ...

1.Limpahan barokah sepanjang hari serta bathin yg damai ..

“Hai anak Adam, tunaikanlah kewajibanmu untuk KU, yaitu shalat empat rakaat pada pagi hari, niscaya Aku akan mencukupi sepanjang harimu (Hadits Qudsi Riwayat Imam Ahmad, Abu Ya’la).

Dari hadits qudsi ini, Allah akan melimpahkan barokah sepanjang hari dari shalat empat rakaat dhuha kita, yang menyebabkan bathin terasa damai walaupun banyak rintangan hidup


2.Terbukanya pintu rezeki yang luas dan diberi keberkahan hidup di dunia & akhirat ...

Coba kita cermati isi do’a yang dibaca setelah shalat dhuha ini :

“Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha-Mu, kecantikan ialah kencantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, kekuatan itu kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu perlindungan Mu”.

Ya Allah, jika rizqiku masih diatas langit, turunkanlah , dan jika ada di didalam bumi, keluarkanlah, jika sukar, mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba Mu yang shaleh”.

Dari doa tersebut kita banyak memohon agar pintu rizqi kita diluaskan, karena semakin kita banyak berdoa dan beramal sholeh (salah satunya shalat dhuha) maka permohonan dan doa kita akan lebih mudah dikabulkan oleh Allah.

Di dunia kita diberi keberkahan hidup dan di akhirat kita InsyaAllah diberikan surga sperti pada hadits qudsi : ...

“Sesungguhnya di dalam syurga, ada pintu yang dinamakan pintu DHUHA, maka ketika datang hari kiamat memanggillah (yang memanggil Allah), dimanakah orang yang selalu mengerjakan shalat atas Ku dengan shalat DHUHA? inilah pintu kamu, maka masuklah kamu ke dalam syurga dengan rahmat Allah”. (Riwayat Thabrani dari Abu Huraerah).

Kisah Sukses Yulianto dengan Usaha Jasa Fotokopi

By Unknown | At 19.02 | Label : | 0 Comments
Bermula dari usaha jasa fotokopi, ketrampilan dan bakat lelaki kelahiran 21 Mei 1975 ini mulai terasah. Didorong oleh kebutuhan keluarganya yang terus meningkat, ia mencari peluang membuka usaha sendiri, dibantu seorang kenalannya di Kantor Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), Tangerang, ia membuka usaha jasa fotokopi.
Berbekal tabungan senilai Rp 500 ribu ditambah dengan pinjaman dari beberapa temannya sebesar Rp 15 juta, terbeli mesin fotokopi dan berbagai kebutuhan lain, sementara untuk operasional sehari-hari, Arta Prima, begitu Yulianto menamai usahanya, masih mengandalkan pinjaman temannya.
Seiring perjalanan waktu, usaha Yulianto pun terus berkembang. Terlebih di kompleks Depdiknas, Arta Prima merupakan satu-satunya usaha fotokopi yang menangani hampir sebagian besar penggandaan surat ataupun dokumentasi lain di departemen itu. Hal ini menaikkan omset penjualannya sampai Rp 5-10 juta dalam sebulan. Kepercayaan yang sama dari Telkomsel dan Indosat juga untuk menggandakan materi pelatihan dan berbagai kebutuhan lain yang berhubungan dengan masalah percetakan pun dapat diraihnya.
Untuk mengatasi beban kerja, selain merekrut pegawai, di awal tahun 2003 itu ia mulai mengajukan kredit mikro ke BNI Cabang Palmerah, Jakarta sebesar Rp 50 juta, yang sedianya akan dipakai untuk membeli dua mesin fotokopi dan perlengkapan lain. Hanya dalam tempo tiga hari, modal usaha yang dibutuhkan disetujui, karena dinilai cukup layak (omset Yulianto cukup besar untuk ukuran pengusaha kecil, keberadaan Depdiknas sebagai pelanggan tetap, membuat resiko usahanya lebih kecil) untuk diberikan pinjaman, dengan masa pelunasan selama tiga tahun.
Sukses dengan Usaha Jasa FotokopiSementara untuk memperluas pasar ia juga membuka cabang. Pada awal 2006 dengan total dana sebesar Rp 15 juta, ia membuka cabang di daerah Mampang, Jakarta Selatan, sekaligus menambahnya dengan penyewaan komputer. Ekspansi ini berhasil meningkatkan omzet dan kualitas layanannya, baginya pelayanan dan hasil terbaik, adalah kunci utama mempertahankan pelanggan.
Bantuan yang diberikan BNI, mendorong Yulianto untuk mengajukan kredit baru (walaupun omset penjualannya sudah menyentuh angka Rp 30 juta sebulan) guna membeli mesin lagi. Semuanya dilandasi kepercayaan bahwa ekspansi usaha adalah jalan terbaik untuk memperbesar bisnisnya.
- See more at: http://kisahsukses.info/kisah-sukses-yulianto-dengan-usaha-jasa-fotokopi.html#sthash.kVZMRLqZ.dpuf

Nelson Mandela Pejuang Inspiratif

By Unknown | At 18.51 | Label : | 0 Comments


Bangsa kami kehilangan putra terbaiknya’. Itulah kalimat pertama yang disampaikan oleh Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma saat menyampaikan pernyataan resmi atas meninggalnya tokoh pejuang anti apartheid dari Afrika Selatan ini. Nelson Mandela meninggal dunia pada usia 95 tahun setelah dirinya menjalani perawatan karena infeksi paru-paru selama tiga bulan belakangan.
Kehilangan Nelson Mandela merupakan duka bagi seluruh rakyat di dunia. Perjuangan dirinya selama ini untuk menghapus perbedaan antara orang kulit putih dengan kulit hitam merupakan perjuangan yang tidak bisa dilupakan oleh seluruh manusia di dunia.
Siapa yang tidak kenal dengan tokoh pejuang anti apartheid dari Afrika Selatan ini. Presiden Afrika Selatan pertama yang berkulit hitam, seorang pribadi yang kharismatik dan penuh wibawa yang masih saja anggun dan bijaksana walaupun beliau sudah dipenjara oleh lawan politiknya sampai 27 tahun. Seorang aktifis yang harus memperjuangkan persamaan hak antara warga kulit hitam dan kulit putih. Karena waktu itu sungguh terlalu kesenjangan sosial kemasyarakatan, dan pendidikan antara kedua belah pihak. Segala sesuatunya hanya boleh dikuasai oleh warga kulit putih, bahkan sampai warga kulit hitam tidak diperbolehkan untuk mengenyam pendidikan, padahal kita tahu di Afrika Selatan mayoritas penduduknya berkulit hitam. Karena hal itulah yang membuat hati kecil Nelson Mandela berontak dan harus bertekad melawan ketidak adilan tersebut. Walaupun harus mengalami penderitaan yang tidak sebentar.
Tekad Nelson Mandela untuk memperjuangkan anti Apartheid itu diawali dengan aktif di Partai Kongres Nasional Afrika (ANC), yang kemudian dianggap sebagai perbuatan makar terhadap pemerintahan rezim kulit putih. Sehingga pemerintah menjebloskan Mandela ke penjara di kepulauan Robben, Afrrika Selatan -seperti di Nusa Kambangan. Disanalah Nelson Mandela mengalami penderitaan, dan siksaan yang tidak terkira, selama kurang lebih selama 27 tahun. Sebuah penderitaan yang tidak sebentar. Karena memang rezim waktu itu menghendaki agar rakyat Afrika selatan  melupakan Nelson Mandela.
Didalam penjara Nelson Mandela mengalami penderitaan yang sangat buruk, mungkin paling buruk yang bisa dibayangkan orang. Disana dia ditempatkan di dalam sel tanpa dipan, kerja paksa di siang hari, diisolasi jika melawan, kelaparan sepanjang waktu karena ransum yang selalu minim, siksaan dan teror mental, serta rasa sepi yang berkepanjangan. Pada tahun pertama di penjara, ibunya meninggal dunia. Beberapa bulan kemudian anak tertuanya juga tewas dalam sebuah keclakaan. Namun disaat pemakaman kedua orang terkasihnya, Mandela tidak diijinkan menghadirinya. Lalu putri bungsunya lahir, tapi Mandela baru diperkenankan melihatnya pada saat anak itu menginjak usia 17 tahun.
Mandela bahkan diisolasi dari dunia luar. Dalam setahun dia hanya diperkenankan menerima satu  kunjungan, itu pun di batasi hanya selama 30 menit. Per enam bulan Mandela hanya diperbolahkan menerima dan mengirim satu surat saja. Fotonya dilarang disebarkan. Tujuanya jelas, agar rakyat kulit Hitam Afrika Selatan melupakan sosok Nelson Mandela.
Sungguh teramat berat dan luar biasa penderitaan yang dialami oleh Nelson Mandela, tak pernah terbayangkan oleh kita seperti apa rasanya. Tidak mati dan membusuk dalam penjara sudah untung. Namun apa yang terjadi dengan Nelson Mandela di dalam penjara itu? Nelson Mandela bukanya semakin melemah dan menyerah dalam perjuanganya. Justru dia berubah menjadi semakin kuat mental dan kepribadianya. Bahkan dia berubah menjadi pribadi yang baru. Di dalam penjara Mandela  merubah dirinya dari seorang pejuang radikal yang tak sabaran dan yang suka nekat mengambil resiko menjadi pribadi yang bijak dan matang. Ia mengambil jalur transendental yang tidak lagi melihat, merasakan, dan menghayati penjara sebagaimana mestinya, namun lebih memilih menggunakan segenap hatinya, semua indra ruhaninya, untuk melakoni pengalaman penjaranya dengan penuh total, dan kesyukuran. Sel penjara yang pada umumnya menjadi sebuah ruang kematian, diubah olehnya menjadi sebuah ruang kelahiran barunya.
Tanpa ngotot dengan solusi hukum Mandela mengambil tanggungjawab total atas kondisinya dengan tidak pernah mau terpancing untuk bertindak di bawah martabat  dan harga dirinya sebagai manusia. Ia menolak untuk mengeluh, tidak pernah bersikap cengeng. Anti baginya dengan bersungut-sungut. Bahkan tak pernah ia mengemis belas kasihan dari para sipir penjara untuk mendapat perlakuan lebih baik. Sering di dalam penjara Nelson Mandela menghadapi perlakuan yang tidak manusiawi dari para sipir penjara, ia meneguhkan hatinya dengan lebih menggunakan hatinya, dengan lebih menggunakan segala kecerdasan, keramahan, serta rasa humornya. Ia lebih memilih perlawanan moral tanpa kekerasan, seperti halnya Mahatma Ghandi . Karena hal itulah yang dapat menjadikan sipir penjara yang kejam dapat tunduk pada kewibawaanya. Karena sikap dan tindakan inilah yang menjadikan aura kepribadianya bersinar terang dan memancarkan kewibawaan moral yang sangat kuat, yang cahayanya tidak sekedar menembus dinding-dinding penjara di kepulauan Robben, namun bahkan lebih jauh melampaui Afrika Selatan.
Meskipun Nelson Mandela kenyang dengan siksaan dan ketidakadilan, ia lebih menetralkan tuntutan rasa keadilanya sehingga ia dapat mengampuni kaum kulit putih sebelum seruan minta maaf datang. Karena disana Ia  lebih sering masuk kedalam ruang hatinya yang paling dasar dan bertemu dengan Khaliknya. Sehingga ia dapat merasa lebih damai dan tenteram, yang memberikan keyakinan bahwa suatu saat akan bebas. Dengan sikap dan mental seperti itulah yang menjadikan Nelson Mandela menjadi seorang pemimpin sejati yang kharismatik. Setelah dipenjara selama 27 tahun  akhirnya dia dapat menghirupudara bebas dan  dapat memimpin kaumnya untuk berdamai dengan penindas kaum kulit putih. Bahkan Mandela memilih bekerja sama dengan rezim Presiden de Klerk untuk meruntuhkan dan membongkar sistem appartheid itu sendiri. Pada tahun 1992 Nelson Mandela terpilih sebagai Presiden kulit hitam pertama di Afrika Selatan secara demokratis. Dunia pun menjadi tercengang. Dan pada tahun 1994 Presiden Mandela bersama de Klerk dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian  dari PBB.
Demikianlah kisah perjuangan Nelson Mandela, yang menjadi salah satu legenda hidup terbesar abad ke -20 menurut majalah “Time”. Sebuah perjuangan yang tidak sebentar,penuh dengan air mata dan pengorbanan yang berat. Marilah kita belajar dari kisah Nelson Mandela. Seberat apapun penderitaan yang sedang kita alami, jadikanlah itu sebagai rahmat TUHAN. Sebagai sebuah proses pematangan diri yang dapat menjadikan kita sebagai pribadi yang lebih baik lagi. Karena disitulah salah satu bentuk kasih sayang TUHAN.

Erick Thohir, Pengusaha Sukses Yang Tak Kenal Lelah

By Unknown | At 18.32 | Label : | 0 Comments

erick_thohirNama Erick Thohir kian melejit setelah menjadi pemilik dan presiden klub sepak bola Italia Internazionale Milano atau yang lebih dikenal dengan nama Inter Milan sejak pertengahan tahun ini. Siapakah Erick yang sedang jadi buah bibir di negeri spageti tersebut?  Tak tanggung-tanggung. Pria kelahiran Jakarta, 30 Mei 1970 itu rela merogoh kocek hingga 300 juta euro atau setara Rp 4,6 triliun, demi mendapatkan 75% saham Nerazzurri.
Lalu bagaimana sepak terjang Erick di dunia bisnis, berikut ringkasannya seperti dikutip dari New York Times, goal.com, AsiaNews.It, dan beberapa sumber lainnya :
Belajar Bisnis dari Ayah
Darah bisnis pria berusia 43 tahun ini mengalir dari ayahnya Teddy Thohir, yang merupakan salah satu pendiri Astra International bersama William Soeryadjaya. Saat alumnus National University, California tersebut kembali dari Amerika Serikat pada 1993, dan langsung membantu perusahaan milik keluarga yang bergerak di pertambangan batu bara, properti, restoran serta otomotif.
Pemilik Grup Mahaka ini diberi tugas untuk menangani bisnis makanan yaitu Hanamasa dan Pronto. Namun rencana ekspansi harus terhambat karena tingginya suku bunga bank saat krisis moneter 1998.
Kiprah Erick di usaha keluarganya terhenti saat ia bersama dengan teman-teman kuliahnya di AS seperti M. Lutfi, Wisnu Wardhana, dan Harry Zulnardy mengajak untuk membuka usaha pada 1998. Obrolan yang pernah mereka bicarakan semasa kuliah.
Erick yang memang senang tantangan menyambut baik rencana sahabatnya itu. Rencananya sempat mendapat penolakan dari keluarganya, yang minta Erick untuk melanjutkan saja usaha keluarganya.
Semakin dihalangi, Erick makin ngotot akhirnya keluarganya menyetujui langkahnya. Dengan satu syarat, jika dia membangun bisnis sendiri, Erick tak boleh ikut terlibat dalam operasional, cukup menjadi komisaris. Seluruh usaha keluarga dilanjutkan Boy Thohir yang saat ini menjadi pengusaha yang sangat disegani di Indonesia dan masuk dalam daftar orang terkaya versi majalah Forbes.
Setelah lepas dari bisnis keluarga, Erick dan teman-temannya pun memulai bisnis trading mulai dari semen, kapur hingga beras. Bisnis yang dijalani keempatnya sukses. Lalu didirikanlah mendirikan Mahaka Group, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, keuangan dan media.
Lewat kibaran bendera Grup Mahaka, pada 1999, membangun Radio One Jakarta. Berikutnya, November 2000, membeli harian Republika yang saat itu berada di ambang kebangkrutan.
Karena belum berpengalaman di bisnis media, ia mendapat bimbingan dari ayahnya serta Jakob Oetama dari Kompas dan Dahlan Iskan dari Jawa Pos.
Erick menjadi Presiden Direktur PT Mahaka Media hingga 30 Juni 2008, ia kemudian menjabat sebagai komisioner sejak Juni 2010 hingga kini.
Mahaka Group kemudian membeli pula Harian Indonesia dan diterbitkan ulang dengan nama Sin Chew-Harian Indonesia dengan konten editorial dan pengelolaan dari Sin Chew Media Corporation Berhad yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia. Media ini kemudian dikelola secara independen oleh PT Emas Dua Ribu, mitra perusahaan Mahaka Media.
Hingga 2009, Grup Mahaka telah berkembang dan menguasai majalah a+, Parents Indonesia, dan Golf Digest Sementara untuk bisnis media surat kabar: Sin Chew Indonesia dan Republika Stasiun TV: JakTV, stasiun radio GEN 98.7 FM, Prambors FM, Delta FM, dan FeMale Radio.
Selain di bidang media Erick juga memiliki usaha dibidang periklanan, jual-beli tiket, serta desain situs web. Ia juga pendiri dari organisasi amal Darma Bakti Mahaka Foundation dan Dompet Dhuafa Republika, serta menjadi Presiden Direktur VIVA grup, dan Beyond Media.
Perjalanan karier Erick tak lepas dari pengaruh teman-teman terbaiknya, yaitu M. Lutfi, Wisnu Wardhana, dan Harry Zulnardy. Erick bercerita, keberhasilan bisnis trading yang dijalaninya berkat kerja sama yang kompak antara ia dan rekan-rekannya. Menurut dia, Lutfi tukang lobi yang bagus, Erick pedagang yang bagus, Wisnu tukang hitung yang bagus dan Harry treasury yang bagus.
◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. kampung penyalai - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz